Senin, 06 Januari 2014

Cupcake Owl Nan Menggemaskan


Karakter owl beberapa waktu terakhir ini sedang populer. Terlihat dari berbagai aksesoris mulai dari cincin, gelang, kalung yang semua serba owl.Dan cupcake yang satu ini juga terinspirasi dari karakter owl. Eh lucu juga ya, bagaimanakah cara membuatnya? Yuk simak.

Bahan:
200 gr tepung terigu
120 gr mentega
150 gram gula pasir
1/2 sdt vanili
1 sdt baking powder
2 butir telur ayam
75 ml susu segar
1 sdt cocoa powder

Bahan topping:
200 gram cokelat batang
cokelat M&M's
Oreo

Cara Membuat:
  1. Kocok mentega, gula, vanili hingga mengembang
  2. Masukkan telur satu per satu dan kembali kocok sampai benar-benar mengembang
  3. Masukkan tepung dan aduk rata, uleni hingga kalis dengan sendok
  4. Masukkan susu dan cocoa powder, aduk sampai bercampur menjadi satu dan tuangkan dalam cup-cup yang sudah disiapkan
  5. Panggang dalam oven yang sudah dipanaskan hingga cupcake matang. Angkat. Diamkan.
  6. Lelehkan cokelat dan tuang di atasnya. Sebelum kering, tempelkan dua keping Oreo dan cokelat M&M's. Biarkan hingga kering.
Untuk 18-20 buah cupcakes

Rabu, 25 Desember 2013

IRIGASI TELINGA

IRIGASI TELINGA

Pengertian
Suatu cara untuk membersihkan dan/atau mengeluarkan benda asing dari dalam telinga.

I.          Indikasi    

A.    Sumbatan serumen
B.     Benda asing dalam telinga

A.       Kontra indikasi

                  -    Gangguan pada membran timpani

B.       Kemungkinan Komplikasi

                   -    Otitis media
-           Ruptur pada membran timpani

II.       Peralatan

1.      Alat irigasi telinga dengan pengisap
2.      Forsep telinga
3.      Air { sama dengan suhu tubuh }
4.      Bengkok untuk menampung cairan
5.      Handuk atau laken untuk menutupi pakaian pasien

III.    Cara kerja

1.        Kumpulkan semua peralatan
2.        Identifikasi pasien
3.        Jelaskan prosedur tindakan pada pasien
4.        Cuci tangan
5.        Tutupi pasien dengan handuk atau laken
6.        Berikan pasien posisi duduk
7.        Tarik aurikel keatas dan ke belakang
8.        Arahkan aliran cairan dari bagian atas liang telinga menggunakan spuit balon
9.        Keringkan bagian luar telinga setelah irigasi telinga dilakukan   

IV.    Tindak lanjut

1.          Kaji keberhasilan irigasi telinga
2.          Kaji rasa nyaman pasien
3.          Bersihkan peralatan

1.         Perhatian

1.            Tanggal dan waktu prosedur
2.            Tipe dan jumlah cairan
3.            Toleransi pasien terhadap prosedur
4.            Karakter cairan yang keluar
5.            Instruksi-instruksi yang diperlukan oleh pasien dan/atau keluarga

IRIGASI MATA



IRIGASI MATA



1.         Pengertian

Suatu cara untuk membersihkan dan atau mengeluarkan benda asing dari dalam mata

2.         Indikasi

                 A.Cedera kimiawi pada mata
                 B.Benda asing dalam mata
                 C.Inflamasi  mata
1)        Kontraindikasi
                  - Luka karena tusukan pada mata

3.         Kemungkinan komplikasi

- Kemungkinan terjadi cedera perforasi pada mata bila irigasi dilakukan dengan          
                     tidak hati-hati
                  - Kontaminasi silang pada mata yang sehat bila terdapat infeksi
                  - Konjungtiva
a)          Peralatan
1.      Anestesi topical
2.      Cairan irigasi steril dengan kanula
3.      Plester katun
4.      Kasa
5.      Bengkok
6.      Handuk atau laken untuk menutupi pakaian pasien

4.         Prosedur

1.      Kumpulkan peralatan
2.      Identifikasi pasien
3.      Jelaskan prosedur tindakan pada pasien
4.      Cuci tangan
5.      Tutupi pasien dengan handuk atau laken
6.      Masukan anestesi topical, gunakan retractor  desmares untuk membuka mata. Jika tidak ada , kelopak mata harus ditahan agar tetap terbuka, gunakan kasa
7.      Untuk menahan mata tetap terbuka, berikan tekanan pada tulang prominen pada alis dan pipi, tidak pada bola mata
8.      Arahkan jatuhnya aliran irigasi langsung pada diatas bagian yang bulat serta bagian atas dan bawah fornikes, dari dalam kantus ke arah luar kantus
9.      Biasanya digunakan 1 liter cairan dengan cepat untuk cedera mata karena asam
10.  Biasanya digunakan 2 liter cairan untuk cedera karena alkali pada mata
11.  Keringkan bagian luar dari mata dan daerah sekitarnya setelah melakukan irigasi

5.         Tindak lanjut

1.      Periksa efektifitas irigasi, ukur pH fornikus kunjungtiva dengan indicator pH
2.      pH normal mata adalah 7,4 dan, bila hasil pengukurannya abnormal, lanjutkan irigasi
3.      Bila pH hasil pengukuran menunjukkan angka yang normal, periksa kembali setelah 20 menit untuk memastikan bahwa hal ini normal
4.      Kaji rasa nyaman pasien

6.         Perhatian

1.      Tanggal dan waktu prosedur
2.      Tipe dan jumlah cairan
3.      Toleransi pasien terhadap prosedur
4.      Karakter cairan yang keluar, catat setiap benda asing yang keluar
5.      Penampakan mata, seperti kemerahan, bengkak, dan reaksi pupil
6.      Instruksi-instruksi yang diberikan pada pasien dan/atau keluarga

ketika telingamu kemasukan benda asing


PENGAMBILAN CORPUS ALIENUM DI TELINGA



I.          Pengertian

Memberikan tindakan pertolongan akibat adanya benda padat atau binatang yang masuk ke dalam telinga

II.  Indikasi    

A.    Sumbatan serumen

B.     Benda asing dalam telinga

A.       Kontra indikasi

                  -    Gangguan pada membran timpani

B.       Kemungkinan Komplikasi

                   -    Otitis media

-           Ruptur pada membran timpani

III.    Peralatan

Streril

  1. Bak instrumen
    1. Spuit irigasi 50 cc
    2. Pinset anatomis
    3. Pinset chirrugis
    4. Arteri klem
  2. THT shet
  3. Kassa dan depres dalam tromol
  4. Handschone / gloves steril
  5. Neerbeken (bengkok)
  6. Lampu kepala
  7. Kom kecil/ sedang
  8. Tetes telingga
  9. Cairan pencuci luka dan disinfektan (Cairan NS)

Non Streril

  1. Schort / gown
  2. Perlak + alas perlak / underpad
  3. Handschone / gloves bersih
  4. Sketsel / tirai
  5. Neerbeken / bengkok

IV.    Cara kerja

1.      Perawat memberikan penjelasan pada pasien dan keluarga/pasien menandatangani Informed concern.

2.      Perawat menyiapkan alat dan didekatkan pada pasien

3.      Perawat memeriksa lokasi corpus alienum di telinga baik dengan langsung atau memakai lampu kepala

4.      Perawat menetukan tindakan yang akan dilakukan berdasarkan letak dan jenis benda yang masuk ke telinga antara lain :



A.     Benda Padat Biji-bijian dan  Benda kotak

a)   Perawat memakai alat sonde telinga (ukuran sonde sesuai dangan    ukuran biji didalam)

b)    Perawat memasukan sonde kedalam telinga dengan arah masuk melalui bagian luar biji-bijian tersebut.

c)   Setelah sonde masuk kedalam telingga dan posisi sonde sudah lebih dalam dari pada posisi biji-bijian, maka dilakukan pergerakan untuk mengeluarkan biji-bijian.

d)  Bila biji-bijian belum keluar dilakukan pengulangan mulai dari awal.



B.      Binatang ( serangga )

a)      Perawat memasukan sonde kedalam telinga dengan arah masuk melalui bagian luar binatang tersebut.

b)      Setelah sonde masuk kedalam telinga dan posisi sonde sudah lebih dalam dari  pada posisi binatang, maka dilakukan pergerakan untuk mengeluarkan lintah

c)      Perawat memakai alat sonde telinga (ukuran sonde sesuai dangan ukuran binatang didalam)

d)     Bila binatang belum keluar dilakukan pengulangan mulai awal



V.  Tindak lanjut

1.          Kaji keberhasilan pengambilan benda asing di telinga

2.          Kaji rasa nyaman pasien

3.          Bersihkan peralatan

1.         Perhatian

1.            Tanggal dan waktu prosedur

2.            Tipe dan jumlah cairan

3.            Toleransi pasien terhadap prosedur

4.            Karakter benda asing yang keluar

5.            Instruksi-instruksi yang diperlukan oleh pasien dan/atau keluarga